Solusi Kartu Kredit

KARTU KREDIT.

Istilah di atas mungkin terasa menakutkan bagi sebagian orang yang belum memilikinya, atau yang sudah memilikinya tapi terjebak pemakaian kartu kredit yang gila-gilaan.

Tapi di tangan orang-orang yang pintar mencari celah, kartu kredit justru menjadi suatu solusi untuk memiliki bisnis sendiri.

Saya pertama kali memiliki kartu kredit pada tahun 1997, di mana pada saat itu, kartu kredit yang pertama kali saya miliki adalah kartu kredit Citibank.

Dulu, seperti halnya sebagian besar orang yang baru pertama kali mendapatkan kartu kredit, perasaan pertama yang saya miliki adalah sangat HAPPY! :)

Akhirnya, saya memiliki kartu kredit pertama saya.

Ada (sedikit) rasa bangga pada saat pertama kali memilikinya (dan menggunakannya).

Namun, seperti halnya yang dialami banyak orang yang “terjebak” kartu kredit, saya “terbawa arus” sehingga limit yang diberikan tersebut habis dalam waktu singkat, sehingga mau tidak mau, saya harus melakukan pembayaran full (jika tidak ingin terkena bunga), atau pembayaran minimum setiap bulannya (jika dana untuk membayar tagihan kartu kredit tersebut tidak mencukupi).

Setiap bulan, saya selalu melakukan pembayaran MINIMUM, akibatnya, jumlah yang saya bayarkan, itu hanya “terserap” sedikit terhadap total tagihan yang harus saya bayar, sehingga tagihan saya tidak lunas-lunas, dan hal ini berlangsung (tanpa saya sadari) selama bertahun-tahun.

Sebagai gambaran, misal tagihan saya sebesar 10 juta, maka saya harus melakukan pembayaran minimum sebesar 1 juta.

Nah, seharusnya, jika tidak ada bunga, maka dalam waktu 10 bulan, tagihan 10 juta tersebut bisa lunas.

Tapi, karena kartu kredit itu memiliki bunga, kurang lebih sekitar 3% sampai dengan 4%, maka jumlah yang terbayar hanya sekitar 6% sampai dengan 7% saja.

Dengan kata lain, 1 juta yang saya bayarkan itu hanya “terhitung” kurang lebih sekitar 600 ribu hingga 700 ribu saja.

Sisanya untuk BUNGA KARTU KREDIT.

Jadi, anda bisa bayangkan sendiri, berapa lama saya harus melunasi tagihan 10 juta tersebut.

Ini juga dialami oleh banyak teman saya, sehingga setelah pada akhirnya mereka mampu melunasi tagihan mereka tersebut, mereka memutuskan untuk menutup kartu kredit tersebut.

Ya, MINIMUM PAYMENT kartu kredit itu bagaikan kerja rodi yang tiada habisnya.

Sampai dengan hari ini, saya memiliki 27 kartu kredit, dari UOB Buana (Platinum), HSBC (4 kartu), Standard Chartered, Citibank (2 kartu), ANZ (2 kartu), RBS (dulu ABN-AMRO, 2 kartu), Mega, BCA (3 kartu), Permata (2 kartu), BII (2 kartu), Mandiri, BRI (2 kartu), GE (2 kartu), CIMB Niaga, dan Bukopin, dengan total limit lebih dari 221 juta.

Jadi, jika dirata-rata, limit tiap kartu kredit yang saya miliki adalah 8,2 juta dengan minimum payment tiap bulan (10%) sebesar 22,1 juta.

Bayangkan, 22,1 juta itu hanya untuk MINIMUM PAYMENT!

Tiap bulan!!

Lalu, harus berapakah gaji saya … ?

Menarik kan? ;)

Pada kenyataannya, dengan total limit 221 juta lebih tersebut, saya tidak perlu bayar 22,1 juta per bulan untuk minimum payment, melainkan cukup 6,8 juta saja per bulan.

Saya pun tidak pernah terkena bunga kartu kredit, tidak pernah terkena bunga keterlambatan, dan yang lebih penting lagi, track record kartu kredit saya “bagus”.

Tambah menarik lagi bukan? :D

Target saya, dalam 1-2 tahun ke depan, saya harus bisa memiliki 10 kartu kredit Platinum dengan rata-rata limit minimal sebesar 50 juta.

Dengan demikian, total limit yang akan saya miliki minimal akan menjadi sebesar 500 juta.

Coba anda pikirkan, 500 juta, bukan jumlah yang sedikit kan?

Silahkan anda renungkan, apa yang bisa anda lakukan dengan dana 500 juta tersebut. :)

It’s amazing, right?

Mungkin ada yang berpikir, jika saya sampai memiliki 27 kartu kredit, apa tidak “berat” beban yang harus saya tanggung.

Belum lagi masalah iuran tahunan dan biaya-biaya lain yang dibebankan bagi pemilik kartu kredit.

Jawabannya bisa ya, bisa tidak, tergantung apa yang anda lakukan terhadap kartu kredit tersebut.

Kartu kredit bagaimana pun juga memiliki banyak keuntungan.

Dari sekian banyak fasilitas yang disediakan, yang paling sering saya manfaatkan adalah discount besar-besaran di sekian banyak restoran, dan points reward berupa voucher makan gratis di beberapa lokasi pilihan, seperti Pizza Hut, McDonald’s, BreadTalk, dan J.Co.

Anda bisa lihat sendiri contoh points reward untuk pemegang kartu kredit HSBC di sini => http://www.hsbc.co.id/1/2/miscellaneous_en_US/others/rewards-lucky-draw/rewards-catalogue

Iuran tahunan pun bisa anda minta untuk ditiadakan, dengan syarat track record kartu kredit anda “bagus”, dan umur kartu kredit anda tersebut sudah “lama”.

Perlu saya ingatkan, bahwa saya sudah memiliki kartu kredit pertama saya sejak 1997, dan sampai sekarang saya sudah memiliki 27 kartu kredit (bahkan itu masih akan bertambah lagi).

Jadi, pasti saya sudah memikirkan segala kelebihan kartu kredit tersebut (dan apa pun kekurangannya).

“Use all of your credit cards … the right way.”

Oleh karena itu, saya memiliki SOLUSI bagi pengguna kartu kredit Visa/MasterCard (terutama masyarakat SURABAYA dan sekitarnya), yang memiliki masalah dengan kartu kredit, supaya anda bisa memiliki BISNIS pribadi dengan cara mengoptimalkan total limit semua kartu kredit anda, dan bahkan di kemudian hari anda bisa melunasi semua tagihan kartu kredit anda!

Bisnis pribadi milik anda sendiri, yang bisa anda dapatkan saat ini juga, menggunakan 99% dana yang tersedia dalam kartu kredit anda, atau jika sekarang tidak ada sisa dana dalam kartu kredit anda, maka anda bisa menunggu 6 bulan hingga 1 tahun ke depan, saat anda mendapatkan kenaikan limit kartu kredit anda.

Jadi, jika anda mengalami masalah dengan minimum payment, atau anda tidak tahu apa yang harus anda lakukan dengan kartu kredit anda, maka anda bisa mendapatkan “pencerahan” dari saya.

Jika anda berpikiran untuk menutup kartu kredit anda, ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang akan anda ambil, karena kartu kredit itu bagaikan gunting di tangan anda, jika anda gunakan untuk hal-hal yang “buruk”, gunting bisa menjadi berbahaya, namun sebaliknya, jika anda manfaatkan untuk hal-hal yang “produktif”, hasilnya akan menjadi luar biasa.

“Max out your credit cards, minimize your payments, optimize your loans, & start your own business.”

Saya tidak akan membuat susah anda, melainkan memberi anda SOLUSI.

Solusi yang akan saya kenalkan ke anda ini LEGAL, karena menggunakan JASA suatu BADAN HUKUM yang memiliki 2 lokasi di Surabaya.

Beberapa keuntungan yang akan anda dapatkan pada saat anda menggunakan BADAN HUKUM ini adalah :

1. Anda tidak perlu bayar minimum payment sebesar 10%, tetapi anda cukup bayar FEE kurang lebih sekitar 3% dari tagihan kartu kredit anda.

2. Anda tidak akan terkena bunga kartu kredit lagi, karena tagihan kartu kredit anda akan dibayarkan FULL oleh BADAN HUKUM tersebut.

3. Anda tidak akan terkena BLACK LIST oleh BI (Bank Indonesia), karena track record kartu kredit anda justru akan jadi bagus.

“Knowledge is power.”

Tentu saja untuk INFORMASI sepenting ini, ada biaya yang harus anda keluarkan sebagai imbalan atas “bimbingan” yang saya berikan, yakni sebesar 1% dari total LIMIT semua kartu kredit Visa/MasterCard/BCA Card yang akan anda optimize, atau MINIMAL 1 juta, khusus untuk nasabah yang memiliki kartu kredit dengan total LIMIT 10 juta ke atas. Sedangkan untuk nasabah dengan total LIMIT semua kartu kredit kurang dari 10 juta, biayanya adalah sebesar 10% dari total LIMIT semua kartu kredit, atau MINIMAL 500 ribu.

1 komentar:

  1. Jangan gunakan kartu kredit untuk modal awal bisnis anda tapi gunakan kartu kredit untuk mengembangkan bisnis anda. Minim Informasi tapi ga ada salahnya jika anda mau berkunjung ke jurnalbisnisdidikprasetyo.blogspot.com

    BalasHapus